Masyarakat sekitar Gunung Agung dikejutkan letusan disertai suara ledakan keras dan lontaran batu pijar Gunung Agung, Senin (2/7) malam. PVMBG melaporkan erupsi itu tepatnya terjadi pukul 21.04 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 meter di atas puncak.
Dikutip dari BNPB, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi ± 7 menit 21 detik.
Erupsi Gunung Agung (Foto: Instagram @andreardiansyah_)
Erupsi terjadi secara strombolian (disertai lava) dengan suara dentuman. Erupsi bersifat eksplosif melontarkan batu pijar karena ada tekanan dari dalam kawah. Sifat magma yang lebih cair dibandingkan letusan tahun lalu juga menyebabkan mudahnya terjadi lontaran batu pijar.
Letusan Gunung Agung (Foto: Istimewa)
"Lontaran lava pijar teramati keluar kawah mencapai jarak 2 km. Hutan di sekitar puncak kawah Gunung Agung terbakar sehingga api menyala cukup besar du beberapa bagian," ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.
Letusan Gunung Agung (Foto: Istimewa)
Relawan Pasebaya melaporkan bahwa lontaran lava pijar dari puncak Gunung Agung ke lereng bagian timur hingga timur laut ke daerah Culik dan Dukuh di Kabupaten Karangasem. Selain itu juga mengarah ke bagian barat dan selatan. Akibatnya hutan di puncak kawah terbakar cukup luas.
Masyarakat sekitarnya langsung melakukan evakuasi mandiri. Mereka turun ke desa-desa yang aman. Status Gunung Agung tetap Siaga (level 3) dengan radius berbahaya 4 km dari puncak kawah.